Pelajaran Memuai dan Mengerut
Category: Humor Lainnya
Guru : "Bisakah kamu memberi contoh yang bagus tentang bagaimana panas membuat sesuatu menjadi lebih lebar/panjang dan dingin membuat sesuatu itu mengerut?"
Murid: "Ehmm ..., belajar pada waktu musim kemarau itu biasanya terasa sangat lama sekali..."
Murid: "Ehmm ..., belajar pada waktu musim kemarau itu biasanya terasa sangat lama sekali..."
Pasien Datang Kepagian
Category: Humor Lainnya
Seorang Ibu dan seorang anaknya datang ke ruang praktek seorang Dokter di suatu pagi hari. Padahal Dokter itu belum memulai prakteknya.
Ibu itu kelihatan panik dan mengetuk pintu Dokter itu dengan keras dan berulang-ulang; sambil membawa anaknya yang matanya melotot - hampir keluar.
Dokter keluar dari ruangannya dan si Ibu langsung menyerbu dengan suara yang panik : "Dokter, dokter, tolong anak saya. Dari pagi matanya melotot terus seperti ini."
Dokter : "Waduh saya belum praktek Bu. Ini masih terlalu pagi."
Ibu itu tetap ngotot dan berkata : "Saya akan bayar berapa saja, pokoknya sembuhkan anak saya."
Sang Dokter tidak berdebat lagi langsung mengajak anak itu masuk. Tidak sampai 5 menit Dokter keluar dengan si anak yang telah sehat dan tertawa ceria.
Ibu itu langsung heran dan sambil memeluk anaknya, dia berkata : "Waduh Dokter di kasih obat apa nih, dan saya harus bayar berapa...."
Dokter menjawab enteng : "Gratis Bu, tidak usah bayar, tapi saya ingatkan, Ibu kalau masang bando jangan keras-keras...."
Ibu itu kelihatan panik dan mengetuk pintu Dokter itu dengan keras dan berulang-ulang; sambil membawa anaknya yang matanya melotot - hampir keluar.
Dokter keluar dari ruangannya dan si Ibu langsung menyerbu dengan suara yang panik : "Dokter, dokter, tolong anak saya. Dari pagi matanya melotot terus seperti ini."
Dokter : "Waduh saya belum praktek Bu. Ini masih terlalu pagi."
Ibu itu tetap ngotot dan berkata : "Saya akan bayar berapa saja, pokoknya sembuhkan anak saya."
Sang Dokter tidak berdebat lagi langsung mengajak anak itu masuk. Tidak sampai 5 menit Dokter keluar dengan si anak yang telah sehat dan tertawa ceria.
Ibu itu langsung heran dan sambil memeluk anaknya, dia berkata : "Waduh Dokter di kasih obat apa nih, dan saya harus bayar berapa...."
Dokter menjawab enteng : "Gratis Bu, tidak usah bayar, tapi saya ingatkan, Ibu kalau masang bando jangan keras-keras...."
Ditipu Penjual Barang Berharga
Category: Humor Lainnya
Di tempat pelelangan Mesir, ada suatu tempat yang sangat ramai dikunjungi oleh para pembeli, pemilik tempat pelelangan tersebut adalah Zhahjah, beliau dikenal sebagai pembual besar, tapi jika orang yang mengerti akan barang berharga maka tidak akan tertipu dan sebaliknya, tapi tidak tahu mengapa hari itu begitu banyak pengunjungnya.
Ternyata pada hari itu ia melelang tengkorak Fir'aun, bukan main ramainya tempat tersebut, sehingga orang berdesak-desakkan.
Setelah itu seperti biasa ia mulai membuka harga penawaran pertama, harga pertama yaitu 10 juta, maka terjadilah tawar menawar di antara pembeli, sehingga
harganya melonjak menjadi 1 milyar.
Salah seorang pembeli menyela : "hai Zhahjah, yang benar saja kau menjual tengkorak hingga mencapai 1 milyar "
"Saya pikir tidak terlalu mahal jika Anda benar-benar pecinta barang berharga " sahut Zhahja.
"Dapatkah harganya kau turunkan Zhahja ? " Sahut pembeli lainnya
(Sambil berpikir Zhahja mengambil tengkorak yang lebih kecil dari yang ia lelang ) "Mungkin untuk tengkorak kecil ini akan saya berikan dengan harga 1 milyar " Jawab Zhahja
"Hai yang benar saja, tengkorak apa itu . . ?, itu kan bukan tengkorak Fir'aun, mana ada pembeli yang mau " Jawab salah seorang pembeli.
"Ini tengkorak Fir'aun waktu masih TK dulu tau..., makanya tengkoraknya kecil " Jawab Zhahja
Para pembeli gusar. Semenjak itu tidak ada pembeli yang mau datang ke tempatnya lagi, tempat Zhahja menjadi sepi, walaupun sekarang ia menjadi orang jujur.
Ternyata pada hari itu ia melelang tengkorak Fir'aun, bukan main ramainya tempat tersebut, sehingga orang berdesak-desakkan.
Setelah itu seperti biasa ia mulai membuka harga penawaran pertama, harga pertama yaitu 10 juta, maka terjadilah tawar menawar di antara pembeli, sehingga
harganya melonjak menjadi 1 milyar.
Salah seorang pembeli menyela : "hai Zhahjah, yang benar saja kau menjual tengkorak hingga mencapai 1 milyar "
"Saya pikir tidak terlalu mahal jika Anda benar-benar pecinta barang berharga " sahut Zhahja.
"Dapatkah harganya kau turunkan Zhahja ? " Sahut pembeli lainnya
(Sambil berpikir Zhahja mengambil tengkorak yang lebih kecil dari yang ia lelang ) "Mungkin untuk tengkorak kecil ini akan saya berikan dengan harga 1 milyar " Jawab Zhahja
"Hai yang benar saja, tengkorak apa itu . . ?, itu kan bukan tengkorak Fir'aun, mana ada pembeli yang mau " Jawab salah seorang pembeli.
"Ini tengkorak Fir'aun waktu masih TK dulu tau..., makanya tengkoraknya kecil " Jawab Zhahja
Para pembeli gusar. Semenjak itu tidak ada pembeli yang mau datang ke tempatnya lagi, tempat Zhahja menjadi sepi, walaupun sekarang ia menjadi orang jujur.
Pengalaman Pertama Melahirkan
Category: Humor Lainnya
Ada sepasang pasutri menikah sudah lebih dari 5 tahun tapi belum juga punya anak, berbagai cara sudah ditempuh, bolak balik ke dokter spesialis kandungan juga, sama saja tidak bisa bikin anak.
Suatu hari si istri sudah tidak tahan lagi ingin punya anak, satu satunya jalan ambil dari anak orang lain, merekapun akhirnya dapat menimang bayi seperti mimpi mereka tiap malam.
Hari berikutnya datang seorang perempuan "wah lucunya anaknya mbak, baru lahir ya? lahirnya dimana? normal ato caesar?"
Karena tidak pernah melahirkan si istri menjawab spontan "iya nih, tadinya sih mau dirumah sakit, tapi ah daripada repot aku muntahkan saja bayinya di rumah"
Suatu hari si istri sudah tidak tahan lagi ingin punya anak, satu satunya jalan ambil dari anak orang lain, merekapun akhirnya dapat menimang bayi seperti mimpi mereka tiap malam.
Hari berikutnya datang seorang perempuan "wah lucunya anaknya mbak, baru lahir ya? lahirnya dimana? normal ato caesar?"
Karena tidak pernah melahirkan si istri menjawab spontan "iya nih, tadinya sih mau dirumah sakit, tapi ah daripada repot aku muntahkan saja bayinya di rumah"
No comments:
Post a Comment